Kolaka, Sultraterkini.id– Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara di Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Sejak dibuka pukul 09.00 WITA, Sabtu (7/3/2026), halaman Kantor Camat Pomalaa dipadati warga yang datang untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga subsidi.

Program yang digagas Kadin Sultra tersebut menyediakan sebanyak 12.000 paket sembako berisi beras, gula pasir, dan minyak goreng dengan potongan harga hingga Rp5.000 per paket. Kegiatan ini digelar sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok sekaligus menekan inflasi daerah.

Pantauan di lokasi menunjukkan warga terus berdatangan secara bergelombang. Sebagian datang dengan berjalan kaki dari permukiman sekitar, sementara lainnya menggunakan sepeda motor hingga membuat area parkir kantor kecamatan dipenuhi kendaraan.

“Saya datang jalan kaki karena rumah dekat. Selisih harganya lumayan dibanding di pasar, jadi sayang kalau dilewatkan,” ujar salah seorang warga yang mengantre.

Ketua Kadin Sultra, Anton Timbang, dalam konferensi pers virtual bersama awak media mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen Kadin dalam membantu menjaga stabilitas harga pangan di daerah.

Anton belum dapat hadir langsung di lokasi kegiatan karena tengah menjalani perawatan kesehatan. Meski demikian, ia tetap memberikan keterangan kepada media secara daring.

Menurut Anton, pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga mendapat dukungan dari Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

“Gerakan Pangan Murah yang digelar Kadin Sultra ini juga mendapat dukungan dari Bapak Gubernur Sulawesi Tenggara. Kami mengapresiasi perhatian beliau dalam menjaga stabilitas harga pangan dan daya beli masyarakat,” ujar Anton.

Ia menegaskan Kadin Sultra siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung berbagai kebijakan ekonomi, khususnya dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok.

Anton menjelaskan, program Gerakan Pangan Murah akan terus digelar di sejumlah daerah dengan tingkat tekanan inflasi relatif tinggi. Sebelumnya kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kendari dan selanjutnya akan digelar di Kota Bau-Bau.

“Kami melihat beberapa daerah mengalami tekanan inflasi cukup tinggi, seperti Kolaka dan Baubau. Karena itu Kadin Sultra menghadirkan program ini agar masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Andi Yuslim Patawari, yang turut memantau kegiatan bersama Wakil Ketua Kadin Sultra, Sastra Alamsyah, menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti intervensi harga sangat dibutuhkan.

“Tingginya antusiasme warga menunjukkan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok,” katanya.

Ketua Kadin Kolaka, Hj. Vebrianti, menambahkan bahwa distribusi paket sembako difokuskan di Kecamatan Pomalaa yang merupakan kawasan industri dengan dinamika ekonomi cukup tinggi.

Menurutnya, intervensi harga menjadi langkah penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terlebih inflasi di Kabupaten Kolaka saat ini tercatat mencapai 7,77 persen.

“Di sinilah peran Kadin sebagai mitra pemerintah. Jika pemerintah mengatur birokrasi, maka Kadin mengayomi pengusaha untuk bersama-sama mencari solusi ekonomi bagi daerah,” ujarnya.

Di tengah pelaksanaan kegiatan tersebut, Ketua Tim Pemeriksa Badan Pangan Nasional dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Hasan, juga melakukan kunjungan kerja ke Kolaka untuk memantau efektivitas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Menurut Hasan, kunjungan tersebut bertujuan memastikan bantuan pangan dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog tersalurkan dengan tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan apakah GPM berjalan sesuai tujuan. Selain itu, kami juga memeriksa penyaluran Bulog apakah sudah sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran Satgas Pangan dalam menjaga harga komoditas agar tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hasan mengaku terkesan dengan tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.

“Biasanya di beberapa daerah lain pelaksanaan GPM tidak seramai ini. Di sini antusiasmenya luar biasa, artinya masyarakat memang membutuhkan intervensi harga seperti ini,” katanya.

Berdasarkan laporan di lapangan, total stok pangan yang disiapkan mencapai sekitar 12 ton. Dalam waktu singkat, lebih dari separuh stok tersebut telah terserap masyarakat yang datang silih berganti sejak pagi.

Sementara itu, tim BPK RI dijadwalkan berada di Sulawesi Tenggara selama empat hari untuk melakukan audit terhadap tata kelola logistik pangan di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *